Sabtu, 03 Juni 2017

Ruang Lingkup Psikologi Agama



1.      Psikologi agama sebagai salah satu cabang dari psikologi yang meneliti dan mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan pengaruh keyakinan terhadap agama yang di anutnya serta dalam kaitannya dalam perkembangan usia masing masing. Lapangan penelitian psikologi agama mencakup proses beragama, perasaan dan kesadaran beragama dengan pengaruh dan akibat akibat yang di rasakan sebagai hasil dari keyakinan. Dengan  adanya psokologi agama dapat membantu permasalahan dalam kehidupan dengan baik dan dapat menyelesaikannnya dengan cara tidak menyimpang dari  dan tetap pada agama.

2.      Sejarah perkembangan psikologi agama ternyata setahun setelah psikologi di akui sebagai ilmu yang otonom, para para ahli pun melihat bahwa psikologi memiliki keterkaitan denagn masalah masalah yang menyangkut kehidupan batin manusia yang paling dalam, yaitu agama kajain kajian khusus melalui pendekatan  psikologis ini sejak awal awal abad ke-19 menjadi kian berkembang sehingga menjadi dalam kajian psikplogi , yaitu psikologi tentang agama. Intinya adanya sejaah psikologi agama yaitu di karenakan orang orang para ahli mulai banyak melihat bnyak nya keterkaitan agama dan demi mengtasi permasalahan permasalahan yang menyangkut psikologi , maka lambat laun mereka pun mendalami agama dan mempelajari tentang gabungan atau keterkaitan antara psikologi dan agama.

3.      Adapun contoh perkembangan jiwa keagamaa pada remaja yaitu :
A)     Pertumbuhan pikiran dan mental
Pada usia remaja kemampuan berfikir mereka pun berkembang denagn sempurna  (tahap operasional formal) ide dan dasar kenyakinan beragama mereka terima menjadi lebih baik menarik dari informasi kanak kanak nya. Sifat kritis terhadap agama pun mulai timbul.
B)     Perkembangan perasaan
                               Berbagai perasaan telah berkembang pada masa remaja. Kehidupan                                            religius pula.Sebaliknya bagi remaja yang kurang mendapat pendidikan                           dan siramanajaran agama akan lebih mudah di dominasi dorongan seksual
C)     Pertimbangan sosial
                              Dalam kehidupan ke agamaan mereka timbul konflik antara pertimbangan                      moral dari material. Remaja  cenderung untuk milih milih dalam bergaul.                              Karna kehidupan duniawi lebih di pengaruhi kepentingan akan materi,                      maka para remaja lebih cenderung jiwanya untuk bersikap materialis
D)     Perkembangan moral 
            Adapuntipe tipe moral yang juga terlihat pada remaja juga mencukup :
                        A) self-directive, taat terhadap moral atau agama berdasarkan pertimbangan                  pribadi
                        b) adaptive, mengikuti situasi lingkungan tanpa mengadakan kritik
                        c) submissive, merasakan adanya keraguan terhadap ajaran moral dan agama
                        d) junadjusted, belum menyakini akan kebenaran ajaran agama dan moral
                        e) deviant, menolak dasar dan hukum keagamaan dan serta tatanan moral                          manyarakat.
                        E) sikap dan minat
                           Sikap dan minat remaja terhadap masalah keagamaan boleh di katakan                                    sangat kecil. Namun pada saat tertentu ketika remaja menemukan teman                        atau orang yang dapat membimbing kebingungannya dalam mencari jawaban                       persoalan agama, maka ia akan sangat berminat  ia menjadi radikalis dan                                fanatic dan secara perlahan ia mulai berfikir krisis dan irasional
4.      Adapun hadist ataupun ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan hakikat manusia yaitu




يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا


Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
(Annisa,  ayat:1)









REFERENSI
Djuned, Subki. 2004. Psikologi Agama. Pengantar psikologi agama. Banda Aceh: Ar-Raniry Press.
Jalaluddin.2010.Psikologi Agama. Sejarah Perkembangan Psikologi Agama. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Jalaluddin. 2005. Psikologi Agama. Perkembangan Psikologi Agama. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Rahman, Shaleh Abdul. 2009. Psikologi Agama. Suatu pengantar dalam Persfektif islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Grub.
Lister, Nico Syukur. 1982. Pengantar Psikologi Agama. Pengalaman dan Motivasi Beragama. Lapenas:Sidanglaya.

6 komentar:

  1. Isinya bagus, tapi pengertian psikologi agama sepertinya masih dapat lebih dirincikan lagi. Juga sistem penulisanya bisa lebih tersambunh dimulai dari pengertian sampai ke psikologi agama pada remaja. Pada point psikologi agama pada remaja ada baiknya disertakan juga hal hal apa yanh dapat menganggu psikologi agama remaja.seperti fenomena berhijan bagi remaja saat ini, bukankah ini juga dampak dari pengaruh psikologi agama remaja yang terkontaminasi oleh lingkungan sehingga menjadijan hijab sebagai costum bak cosplay semata tidak dengan hati. Begitu dari saya..
    Terimakasih..
    Keep writing...

    BalasHapus
  2. Bagus , bahkan sangat bagus, tapi coba di perbaiki di cara penulisannya ya nak, buat lebih rapi agar pembaca paham

    BalasHapus
  3. Sangat bagus buat penambahan keilmuan

    BalasHapus
  4. Perlu di kembangkan yang seperti ini

    BalasHapus